belajar mengenal  ISLAM (Hakekat Agama Islam)

belajar mengenal ISLAM (Hakekat Agama Islam)

Juni 12, 2015 Add Comment
Assalamu'alaikum wr. wb

Bismillahirrohmanirrohiim.....

Alhamdulillah....marilah kita sama-sama belajar tentang bagaimana cara kita untuk mengenal dan mengingat Allah SWT. Agar kita bisa melaksanakan kewaijban kita sebagai khalifah di bumi ini.
Kita sebagai Muslim tentu harus tahu maksud kita beragama, bukan asal ikut-ikutan atau karena keturunan dari orang tua kita dalam memeluk dan melakanakan Islam.
Agama Islam adalah agama yang murni.

AGAMA

APAKAH ARTI AGAMA itu ?
Artinya: ALIF,  GHAIN DAN MIM.
Dalam arti yang sangat mendalam ialah.
ALIF artinya :  ZAT ALLAH.
MIM artinya : SIFAT ALLAH.
GHAIN artinya : Antara dua ujud. Yaitu ujud Allah dan ujud Muhammad.
Atau antara ujud Adam dan Ujud Allah.
Baiklah aku susun dengan rapi sekali.

ALIF : artinya ALLAH
MIM : artinya Muhammad.
GHAIN : artinya nafsu Syahwat.
Jadi dinding antara Muhammad dengan Allah Ta’ala inilah NAFSU. Siapa sanggup mengalahkan nafsu itu ; berarti bertemu dengan Tuhan. Inilah arti yang sebenarnya dalam Rahasia ke-Tuhanan. Jangan hanya bisa mengatakan saja. Sedang haqiqat belum tahu.
Haqiqat yang sesungguhnya nafsu itu ialah ; SYAHWAT .

Maka saya uraikan dalam beberapa fasal.
1.      Yang disebut dalam Al’Qur’an yaitu : SYAITON
2.      Nafsu kebinatangan(hayawan)
3.      Nafsu yang belum terkendalikan
Siapa yang sudah sanggup mengalahkan nafsu shaiton itu berarti tidak ada shaitonnya lagi.
Kini menjadilah ia nafsu ZAT HAQ TAALA atau nafsu mutmainnah. Inilah SIRROLLAH NAMANYA. Maka apabila datangnya dari ZAT – illahiyah (Zat-ketuhanan) semuanya baik dan semuanya ibadat. Ialah artinya Agama itu. inilah agama yang selamat.
Atau yang lazim disebut : AGAMA ISLAM. Islam itu artinya selamat sejahtera.
Jadi dinding (hijab Allah) itu ialah : yang disebut AGEIN itu tadi. Apabila musnah Agein itu tadi ; disebut juga AEN. Inilah ZAT ketuhanan yang mutlak. Marilah kita buka terus rahasia ini. Anda sering mendengar orang berkata : Hilangkan titiknya dahulu, baru kamu sampai kepada Allah. Baiklah aku dengan rela hati menerangkannya kepada anda, sesudah itu tutuplah. Baiklah kita membicarakan kembali antara “AIN” (     ) dan GHAIN (     ). Huruf AIN tidak bertitik.
Sedangkan huruf GHAIN (      ) ada titiknya. Maka jadilah ia huruf “AIN” (      ).       
AIN kalau huruf agen itu tadi sudah kita buang titiknya ; maka otomatis orang menyebut “AIN”.
Jadi “AIN ini ZAT ketuhanan yang mutlak (Nafsu ZAT Hau Ta’ala) sedang GHAIN itu tadi adalah nafsu shaiton atau nafsu yang batil. Maka bila hilang titik GHAIN itu tadi ; berubahlah menjadi “AIN” contohnya ;
Hanya menghilangkan titiknya, jadi sempurna ilmunya. Sama halnya dengan kata-kata AKU. Dan si batal menyebut AKU jua.
Disini kita kita hanya menghilangkan akuan makhluk. Bila sudah hilang, hanya akuan Allah saja yang ada lagi. Sempurnalah ilmunya.
Inilah cara menghilangkan titik itu tadi. Rahasiakanlah buat sementara. Mudah saja bukan. Semuanya jadi rahasia kalau belum diketahui.


ISLAM
Dalam artian umum ialah selamat
Artian dalam ma’rifat lain pula.artinya : Allah, Sir, Nafsu, yang haq, dan Muhammad
Antara Allah dengan Muhammad adalah Sir rahasia dan nafsu zat haq Ta’ala.
Apabila dapat menyatukan antara Sir dan nafsu yang haq, maka baru benarlah dapat menyatukan Allah dengan Muhammad. Apabila sempurna yang empat macam ini ; berarti sempurna islamnya dan sempurna imannya. Dan setelah tersebut tadi.
Sesudah mengetahui yang sesungguhnya arti islam itu ; Barulah dinamakan Islam sejati dan iman yang sempurna. Inilah yang sebenar-benarnya Agama, dan sebenar-benarnya islam dan iman yang haq. Inilah mu’min sejati dan hamba yang sempurna.
Janganlah hanya mengaku beragama Islam, sedang jiwanya kosong dari Agama.
Demikian pula halnya mengenai akidah/ pendirian seseorang yaitu tanpa taqlid buta dan ikut-ikutan orang lain. Kita wajib menyaksikan sendiri, membuktikan sendiri, dan merasakan sendiri. Inilah yang sebenar-benarnya agama Islam yang sempurna. Keterangan, ini merupakan ILMU LADUNI DAN RAHASIA KUDUS.
 

Kemurnian agama Islam itu dibarengi oleh 4 pasal.

  1. SARIAT,
  2. THARIKAT, 
  3. HAKIKAT, 
  4. MA’RIFAT.    
Tanpa yang keempat macam ini bukan dinamakan agama.
Pokok yang empat ini ialah : MA’RIFAT.
Dan MA’RIFAT ialah kumpulan daripada syariat, tharikat, hakikat. Itulah yang disebut MA’RIFAT.

Syariat artinya : kenyataan
Tharikat artinya : jalan yang menuju/menyempurnakan syariat
Hakikat artinya : kebenaran yang sejati dan mutlak
Jadi kumpulan ilmu pengetahuan tentang syariat dan kesediaannya dengan tharikat, akhirnya akan bertemu dengan hakikat. Itulah yang disebut ma’rifat.
Maka nyatalah kepada kita bahwa ma’rifat itu adalah gabungan dari ilmu fiqih, usulludin dan ilmu tasauf. Kumpulan dari mantik, keindahan dan cinta. Dengan demikian hanya empat pasal inilah yang menyempurnakan agama Allah didalam dunia ini. Jadi tanpa yang empat ini, semua amal ibadah, baik lahir maupun bathin akan membawa masuk neraka. Sebab dalam amal ibadah pasti ada syariatnya, tharikatnya, hakikatnya dan ma’rifatnya.

Seperti dalam rukun islam ada lima perkara :
1.      Dua kalimat syahadat
2.      Mengerjakan sholat
3.      Puasa pada bulan ramadhan
4.      Mengeluarkan zakat fitrah
5.      Naik haji kalau mampu

Jadi susunan yang sebenarnya adalah sebagai berikut :
 
Inilah susunan rukun islam yang pertama ialah :
1.      Syariat syahadat
2.      Tharikat syahadat
3.      Hakikat syahadat
4.      Ma’rifat syahadat
 Inilah susunan rukun islam yang kedua ialah :
1.      Syariat sholat
2.      Tharikat sholat
3.      Hakikat sholat
4.      Ma’rifat sholat
Inilah susunan rukun islam yang ketiga ialah :
1.      Syariat puasa
2.      Tharikat puasa
3.      Hakikat puasa
4.      Ma’rifat puasa
Inilah susunan rukun islam yang keempat ialah :
1.      Syariat zakat
2.      Tharikat zakat
3.      Hakikat zakat
4.      Ma’rifat zakat
Inilah susunan rukun islam yang kelima ialah :
1.      Syariat haji
2.      Tharikat haji
3.      Hakikat haji
4.      Ma’rifat haji

Baiklah kita uraikan satu - persatu :
Pertama Syahadat.
Syariat syahadat itu ialah : mengucap dengan lidah.
Tharikat syahadat itu ialah : pada sholat sejatinya, sedang melakukan tajli kepada Tuhan.
Hakikat syahadat itu ialah : hidup/hayat yang sesungguhnya.
Ma’rifat syahadat itu ialah : agar supaya merasa dan melingkupi yang mencorong itu dengan zat dan  sifat Allah.

Kedua Sholat.
Syariat sholat ialah : saat-saat berdiri, ruku,sujud, dan lain-lain.
Tharikat sholat ialah : tetap saja dalam kita sedang sholat sejatinya ialah tajli mutlak.
Hakikat sholat ialah : telah jelas adanya, alif, lam awal, lam ahir, ha. Katakanlah Allah tak salah lagi.
Ma’rifat sholat ialah : harus sampai bertemu dengan Nur Muhammad itu.
Inilah sholat sejatinya, sebelum kita ini tahu dia sudah ada.

Ketiga Puasa.
Syariat puasa ialah : kita sudah maklum adanya.
Tharikat puasa ialah : menyatu dengan tajli.
Hakikat puasa ialah : puasa yang bergelimang dengan nafsu angkara murka, dan supaya kita berdiri
dengan nafsu zat hak ta’ala. ( nafsu yang diridhoi ).
Ma'rifat puasa ialah : harus bertemu dengan bulan purnama sidi. Yaitu terang benderangnya, Tuhan telah bertazalli kepadanya.   
 
Keempat Zakat.
Syariat zakat ialah : kita sudah maklum adanya.
Tharikat zakat ialah : harus berdirinya/fananya mahluk dari ingatannya, dan harus tajli mutlak.
Hakikat zakat ialah : jangan sampai kita lupa atau salah dalam akidah.
Ma’rifat zakat ialah : harus bisa atau harus sanggup merasakan hilangnya ujud seluruhnya lahir dan
bathin dan menunggal dengan Tuhan ( dalam rahasia ).

Kelima Haji.
Syariat haji ialah : kita sudah maklum adanya.
Tharikat haji ialah : sedang kita sholat atau waktu kita ada dibaitullah ( rumah Tuhan ).
Hakikat haji ialah : meleburkan dosa dengan jalan ma’rifat, mengenal Allah.
Ma’rifat haji ialah : rohani dan jasmani telah menyatu dalam kesatuan yang utuh/mutlak.


Demikianlah yang dapat hamba sampaikan. Jadi rukun islam itu tadi tiap-tiap satu rukun mempunyai empat pasal. Maka klau demikian,lima rukun itu menjadi lima kali empat adalah duapuluh pasal. Inilah siempunya sifat dua puluh itu. Sebab dua puluh itu pasal ini menghimpunkan segala sifat-sifat Allah didalam alam ini. Dan manakah sifat istimewah bagi Tuhan ?
Segala-galanya harus bagi Tuhan,tidak ada yang tertegah bagi Tuhan/tidak ada dinding-dindingnya lagi. Hanya nafsumu sendiri yang tertegah,karena masih terdinding. Bagi Tuhan tidak ada lagi wajib,yang ajib hanya bagimu dan bagi orang yang belum faham dan belum mengerti. Jadi siapa yang faham,itulah yang beroleh petunjuk dari Tuhan Allah. Kesimpulan rukun agama itu tadi ialah ESA SEGALANYA dan tidak ada lagi DUANYA.


RUKUN – IMAN

Perihal rukun iman itu ialah :
1.      AMANTUBILLAH, artinya : aku percaya adanya Tuhan.
2.      WAL MALAIKATIHI, artinya : percaya kepada malaikatnya.
3.      WA KUTUBIHI, artinya : percaya kepada kitab-kitabnya.
4.      WA RASULIHI, artinya : percaya kepada rasul-rasulnya.
5.      WAL YAUMIL ACHIRI, artinya : percaya kepada hari akhir.
6.      WAL QADRI AHIRI, artinya : percaya kepada untung baik dan untung jahat daripada Allah Ta’ala.



Sekarang baiklah kita uraikan satu persatunya :
 rukun iman yang pertama
AMANTUBILLAHI, artinya ialah :
Aku percaya adanya Tuhan Allah Ta’ala  s.w.t.
Apakah cukup dengan keyakinan begitu saja ?
Apakah adanya yang ada itu berada di arsyi atau dilangit sebelah, ataukah berada dalam sorga ?
Kepercayaan yang seperti itu adalah kepercayaan orang taklid buta. Karena orang kebanyakan mereka raba sendiri-sendiri.
Sedang dalil ada mengatakan :
                    WANNAHU AKROBU ILAIHI MINHABLIL WARID.
Artinya : dekat  urat lehermu dengan daging. Maka lebih dekat lagi Tuhan itu.
Jadi makna rukun iman yang pertama tadi harus begini dan tidak bisa dicari dengan dalil yang lain.
Jadi AMANTUBILLAH ini harus diartikan dengan : Sesungguhnya percaya bahwa kehidupan sendiri,kehidupan wujud ini, selama hidup ini adalah tanda adanya Tuhan Allah s.w.t.
Jadi jelasnya kepada kita bahwa dunia ini pasti didalam ruang  lingkup hidupnya Tuhan. Sedangkan sifat hidup ini adalah zat Tuhan Allah.

Belumlah benar kalau belum dihalalkan, artinya kalau belum kembali kapada roh lagi dan perasaan. Dalil sudah jelas mengatakan bahwa Tuhan lebih dekat kepadamu, daripada urat lehermu sendiri. Jadi kita tak usah repot mencari Tuhan. Tuhan ada pada kamu dimana saja kamu berada. Kesimpulannya ialah : pandangan dan tatapanmu itulah tanda adanya Tuhan/yang ada. LAMAUJUDA BI HAQQIN ILALLAH.  Artinya, tidak ada yang maujud didalam alam ini, kecuali Allah Ta’ala.

rukun iman yang kedua
WAL MALAIKATIHI, artinya : Percaya kepada malaikat-Nya.
Pertama kita yakin bahwa malaikat itu ada.
Cobalah tekadkan dan telanjangi sekujur badan kita, agar  supaya cepat beriman kepada Tuhan Allah s.w.t. Supaya jadi iman kepada Tuhan yang maha Agung/maha kuasa. Tatkala sedang menghadapi sakaratul maut nanti.
Dalil apakah yang bisa menolong untuk nmenyempurnakan nyawa ?
Bukankah kita sudah tahu bahwa malaikat itu utusan Allah. Jelaslah sudah dengan usiknya utusan, tentu hiduplah yang memerintahkan, biarpun sehelai bulu usiknya, begitu pula bertambah panjangnya bulu itu, juga semua itu malaikat. Malaikat itu bukan jirim bukan jisim. Tentunya terasa oleh kita bahwa sedang tidur itupun, juga bulu memanjang akan tetap berlaku. Nah begitulah kenyataannya malaikat pada diri kita ini, tidak akan hilang dengan badan kita ini. Siang dan malam terus bekerja tiada hentinya. Jadi usiknya dalam melihat, mendengar, mencium,dan dalam bicara. Mandornya ialah, JIBRIL,MIKAIL,ISROFIL, DAN IZROIL.

rukun iman yang ketiga
WA KUTUBIHI, artinya : Percaya kepada kitab kitab-Nya.
Jadi yang benar-benar percaya kepada kitabnya itu seperti Al-qur’an, harus dirangkap dengan wujud kita ini. Jadi begini, kalau kita belum mengetahuinya, kita harus percaya kepadaa takdir yang sudah tertulis kepada diri kita sendiri. Kita harus yakin dengan adanya takdir Tuhan itu.Tulisan wujud kita ini yang sesungguhnya, kalau kita sudah ainul yakin dan hakkul yakin, kita bisa sabar dalam menghadapi apapun juga. Karena pohon ilmu itu adalah sabar dan ridho. Tentunya sudah tertulis di likhmakhfudh. Jadi iman kepada kitab-kitabnya itu umum. Persoalan diluar kitab, manusia tidak ada yang tahu, terkecuali Allah. Memang ada persoalan diluar kitab, tetapi amat sulit mencapainya. Itulah yang disebut MAKHSYAF, yang tiada huruf, iada suara, dan tiada kata-kata. Ini adalah RAHASIA yang amat dalam dan amat dahsyat, dan tidak seorangpun yang mendapatkannya, keuali Tuhan sendiri. Kehendak Tuhan tidak ada yang menghalanginya. Dia sanggup merubah yang tak dapat dirubah oleh mahluk. Sedang perubahan yang ada padaa mahluk ini adalah perubahan pada sangkamu saja. Tuhan kuasa menghidupkan yang mati, dan mematikan yang hidup. Fahamkanlah wahai sekalian tholib.

rukun iman yang keempat
WA RASULIHI, artinya : Percaya kepada rasul-rasulnya.
Memang kita percaya kepada nabi-nabi dan rasul-rasul, itupun tak ada salahnya, memang dalam bentuk nya, memang demikian. Tetapi karena sudah pada wafat semua, sudah lestari, maka tinggal percaya itu berbalik kepada wujud. Yaitu, kepada hakikat badan yang jadi utusan hidup kita pribadi, beginilah tekad kita sesungguhnya percaya kapada rasa wujud kita. Seperti, melihat, mendengar, mengucap dan mencium. Coba saja kita rasakan, bagaimana kita tidak peraya kepada ujud kita kita ini ?
Kalau kita mencicipi garam, sudah tentu kita merasa asin, tidak mungkin yang lainnya. Demikian pula dengan yang lainnya, seperti : pendengaran, tidak mungkin salah lagi. Juga seperti panglihatan, pencium dan pengucap. Semuanya dapat kita fahami dengan perasaan kita.
Disinilah orang banyak tidak faham arti rasul yang sesungguhnya. Padahal rasul atau utusan itu ada pada kita jua. Makanya kita kalau mengatakan dua kalimat syahadat itu, harus tahu rahasianya. Kalau Tuhan mengatakan tiada Tuhan melainkan Aku, dan Muhammad itu utusanKu. Maka kitapun demikian pula adanya, kalau lain daripada itu, maka tersalahlah ma’rifat kita. Orang kebanyakan salah memahami tentang arti rasul yang sebenarnya, mereka mengira rasul itu hanya ada pada nabi-nabi, seperti nabi Muhammad. Jadi yang dimaksud dalam pengertian Muhammad itu utusanku, yaitu Muhammad dalam arti rahasia ma’rifat. Karena setiap insan kamil itu mempunyai utusan(rasul) pribadi. Disinilah letaknya nilai dan barang yang bernilai itu letaknya dalam pribadi masing-masing.
Inilah arti percaya kepada rasul-rasul yang hak.

rukun iman yang kelima
WAL YAUMIL ACHIRI, artinya : Percaya kepada hari akhir yaitu hari kiamat ( pembalasan ).
Kiamat besar hanya kita yakini dan kiamat kecil dapat kita rasakan masing-masing.
Pertama kiamat diri, yaitu hancur leburnya kedalam Nur Muhammad, dan hingga sirna dan tuntas sampai tiada merasa lagi memiliki wujud lahir dan bathin. Dan akhirnya menunggal dengan kemaha agungan Tuhan ( menunggal dalam rahasia ).
Dan kiamat diri yang kedua ialah : dikala sakaratul maut telah tiba. Inilah yang disebut kiamat sugro, sedangkan kiamat kubro adalah kiamat yang sebenarnya.
Inilah pengertian walyaumil akhiri itu tadi. 

Yang terakhir sekali ialah :
WAQODRI AKHIRI, artinya : percaya kepada untung baik dan untung buruk datang daripada Allah jua. Maksudnya segala perbuatan yang berlaku didalam alam ini adalah perbuatan Allah  Ta’ala. Allah yang menjadikan kamu dan barang perbuatan kamu. Dan yakinlah kita bahwa kita ini tidak mempunyai daya dan upaya, kecuali dengan kudrat dan iradat Allah Ta’ala jua adanya. Maka dengan adanya rukun iman ini yang ke-enam ini, tentunya kita menjadi sadar akan diri kita ini. Kesadaran itu timbul karena ma’rifat dan ma’rifat itu timbul karena terbuka hijab (dinding).
Orang Ahli hakekat yang telah lupa kepada makhluk, karena langsung melihat Allah raja yang Hak. Mereka lupa dengan sebab musabab, karena teringat kepada yang menentukan dan yang menjadikannya. Orang ini sebagai hamba yang menghadapi hakikat yang nyata baginya terang cahayanya dan sedang berjalan pada jalannya.
Telah sampai pada puncaknya, hanya ia sedang tenggelam dalam alam cahaya : sehingga tidak kelihatan bekas-bekas mahluknya lagi. Dan lebih banyak lupanya terhadap alam, daripada ingatnya kepada makhluk. Dan bertemunya daripada renggangnya, dan lenyapnya atau leburlah dirinya dari tetapnya perasaannya, dan lupanya terhadap mahkluk daripada ingatnya pada mereka.
Demikianlah seorang ahli hakikat : yang telah fana zahirnya dan fana bathinnya kepada yang Hak. Dan siapa yang telah fana dengan Allah maka pasti ia lupa atau goib dari segala sesuatu. Orang ini pandangannya Allah semata. Siapa dalam tauhidnya itu seolah-olah  sebagai hasil kepintarannya sendiri, maka tauhidnya itu tidak dapat menyelamatkan dirinya dari Api neraka.


BERTEMUNYA MANUSIA KEPADA TUHAN
Bertemunya manusia kepada Tuhan dan sampainya kepadanya, itulah puncak harapan, dan dengan itulah dia mencapai kebahagiaan dan kerajaan besar ; bahwa dengan itulah dia akan lupa dan terhibur dari sesuatu selain Allah Ta’ala. Hilangkan pandangan makhluk kepadamu, karena pun dengan penglihatan Allah kepadamu. Dan lupakan perhatian/menghadapnya mahluk kepadamu.
Nikmat itu meskipun beraneka ragam bentuknya ; hanya disebabkan karena melihat Allah dan dekatnya kepada Allah. Demikian pula siksa itu walau bagaimana pun aneka ragamnya, karena terhijab, dan sempurna nikmat itu, karena melihat kepada ZAT Tuhan yang maha mulia.
Maha suci Allah yang sengaja tidak memberi tanda kepada walinya kecuali sekedar untuk mengenal kepadaNya.
Sebagaimana tidak menyampaikan dengan mereka, kecuali kepada orang yang hendak disampaikannya untuk mengenal Allah ; itulah HIKMAH YANG MAHA TINGGI.

Demikianlah sama-sama belajar, insya Allah kita lanjutkan.
wassalam...