Assalamu'alaikum wr. wb
Bismillahirrohmanirrohiim.....
Alhamdulillah....marilah kita sama-sama belajar tentang bagaimana cara kita untuk mengenal dan mengingat Allah SWT. Agar kita bisa melaksanakan kewaijban kita sebagai khalifah di bumi ini.
Kita sebagai Muslim tentu harus tahu maksud kita beragama, bukan asal ikut-ikutan atau karena keturunan dari orang tua kita dalam memeluk dan melakanakan Islam.
Agama Islam adalah agama yang murni.
AGAMA
APAKAH
ARTI AGAMA itu ?
Artinya:
ALIF, GHAIN DAN MIM.
Dalam
arti yang sangat mendalam ialah.
ALIF
artinya : ZAT ALLAH.
MIM
artinya : SIFAT ALLAH.
GHAIN artinya : Antara dua ujud. Yaitu ujud Allah dan ujud Muhammad.
Atau
antara ujud Adam dan Ujud Allah.
Baiklah aku
susun dengan rapi sekali.
ALIF : artinya
ALLAH
MIM : artinya
Muhammad.
GHAIN : artinya
nafsu Syahwat.
Jadi dinding
antara Muhammad dengan Allah Ta’ala inilah NAFSU. Siapa sanggup mengalahkan nafsu
itu ; berarti bertemu dengan Tuhan. Inilah arti yang sebenarnya dalam Rahasia
ke-Tuhanan. Jangan hanya bisa mengatakan saja. Sedang haqiqat belum tahu.
Haqiqat yang
sesungguhnya nafsu itu ialah ; SYAHWAT .
Maka saya
uraikan dalam beberapa fasal.
1.
Yang
disebut dalam Al’Qur’an yaitu : SYAITON
2.
Nafsu
kebinatangan(hayawan)
3.
Nafsu
yang belum terkendalikan
Siapa yang sudah
sanggup mengalahkan nafsu shaiton itu berarti tidak ada shaitonnya lagi.
Kini menjadilah
ia nafsu ZAT HAQ TAALA atau nafsu mutmainnah. Inilah SIRROLLAH NAMANYA. Maka
apabila datangnya dari ZAT – illahiyah (Zat-ketuhanan) semuanya baik dan
semuanya ibadat. Ialah artinya Agama itu. inilah agama yang selamat.
Atau yang lazim
disebut : AGAMA ISLAM. Islam itu artinya selamat sejahtera.
Jadi dinding
(hijab Allah) itu ialah : yang disebut AGEIN itu tadi. Apabila musnah Agein itu
tadi ; disebut juga AEN. Inilah ZAT ketuhanan yang mutlak. Marilah kita buka
terus rahasia ini. Anda sering mendengar orang berkata : Hilangkan titiknya
dahulu, baru kamu sampai kepada Allah. Baiklah aku dengan rela hati
menerangkannya kepada anda, sesudah itu tutuplah. Baiklah kita membicarakan
kembali antara “AIN” ( ) dan GHAIN ( ). Huruf AIN tidak bertitik.
Sedangkan huruf GHAIN ( ) ada titiknya. Maka jadilah
ia huruf “AIN” ( ).
AIN kalau huruf
agen itu tadi sudah kita buang titiknya ; maka otomatis orang menyebut “AIN”.
Jadi “AIN ini
ZAT ketuhanan yang mutlak (Nafsu ZAT Hau Ta’ala) sedang GHAIN itu tadi adalah
nafsu shaiton atau nafsu yang batil. Maka bila hilang titik GHAIN itu tadi ;
berubahlah menjadi “AIN” contohnya ;
Hanya
menghilangkan titiknya, jadi sempurna ilmunya. Sama halnya dengan kata-kata
AKU. Dan si batal menyebut AKU jua.
Disini kita kita
hanya menghilangkan akuan makhluk. Bila sudah hilang, hanya akuan Allah saja
yang ada lagi. Sempurnalah ilmunya.
Inilah cara
menghilangkan titik itu tadi. Rahasiakanlah buat sementara. Mudah saja bukan.
Semuanya jadi rahasia kalau belum diketahui.
ISLAM
Dalam
artian umum ialah selamat
Artian
dalam ma’rifat lain pula.artinya : Allah, Sir, Nafsu, yang haq, dan Muhammad
Antara
Allah dengan Muhammad adalah Sir rahasia dan nafsu zat haq Ta’ala.
Apabila
dapat menyatukan antara Sir dan nafsu yang haq, maka baru benarlah dapat
menyatukan Allah dengan Muhammad. Apabila sempurna yang empat macam ini ;
berarti sempurna islamnya dan sempurna imannya. Dan setelah tersebut tadi.
Sesudah
mengetahui yang sesungguhnya arti islam itu ; Barulah dinamakan Islam sejati
dan iman yang sempurna. Inilah yang sebenar-benarnya Agama, dan
sebenar-benarnya islam dan iman yang haq. Inilah mu’min sejati dan hamba yang
sempurna.
Janganlah
hanya mengaku beragama Islam, sedang jiwanya kosong dari Agama.
Demikian
pula halnya mengenai akidah/ pendirian seseorang yaitu tanpa taqlid buta dan
ikut-ikutan orang lain. Kita wajib menyaksikan sendiri, membuktikan sendiri,
dan merasakan sendiri. Inilah yang sebenar-benarnya agama Islam yang sempurna.
Keterangan, ini merupakan ILMU LADUNI DAN RAHASIA KUDUS.
Kemurnian agama Islam itu dibarengi oleh 4 pasal.
- SARIAT,
- THARIKAT,
- HAKIKAT,
- MA’RIFAT.
Pokok yang empat ini ialah :
MA’RIFAT.
Dan
MA’RIFAT ialah kumpulan daripada syariat, tharikat, hakikat. Itulah yang disebut
MA’RIFAT.
Syariat
artinya : kenyataan
Tharikat
artinya : jalan yang menuju/menyempurnakan syariat
Hakikat
artinya : kebenaran yang sejati dan mutlak
Jadi
kumpulan ilmu pengetahuan tentang syariat dan kesediaannya dengan
tharikat, akhirnya akan bertemu dengan hakikat. Itulah yang disebut ma’rifat.
Maka
nyatalah kepada kita bahwa ma’rifat itu adalah gabungan dari ilmu
fiqih, usulludin dan ilmu tasauf. Kumpulan dari mantik, keindahan dan cinta.
Dengan demikian hanya empat pasal inilah yang menyempurnakan agama Allah
didalam dunia ini. Jadi tanpa yang empat ini, semua amal ibadah, baik lahir
maupun bathin akan membawa masuk neraka. Sebab dalam amal ibadah pasti ada
syariatnya, tharikatnya, hakikatnya dan ma’rifatnya.
Seperti
dalam rukun islam ada lima perkara :
1.
Dua
kalimat syahadat
2.
Mengerjakan
sholat
3.
Puasa
pada bulan ramadhan
4.
Mengeluarkan
zakat fitrah
5.
Naik
haji kalau mampu
Jadi susunan yang sebenarnya adalah sebagai berikut :
Inilah
susunan rukun islam yang pertama ialah :
1.
Syariat
syahadat
2.
Tharikat
syahadat
3.
Hakikat
syahadat
4.
Ma’rifat
syahadat
Inilah
susunan rukun islam yang kedua ialah :
1.
Syariat
sholat
2.
Tharikat
sholat
3.
Hakikat
sholat
4.
Ma’rifat
sholat
Inilah
susunan rukun islam yang ketiga ialah :
1.
Syariat
puasa
2.
Tharikat
puasa
3.
Hakikat
puasa
4.
Ma’rifat
puasa
Inilah
susunan rukun islam yang keempat ialah :
1.
Syariat
zakat
2.
Tharikat
zakat
3.
Hakikat
zakat
4.
Ma’rifat
zakat
Inilah
susunan rukun islam yang kelima ialah :
1.
Syariat
haji
2.
Tharikat
haji
3.
Hakikat
haji
4.
Ma’rifat
haji
Baiklah
kita uraikan satu - persatu :
Pertama
Syahadat.
Syariat
syahadat itu ialah : mengucap dengan lidah.
Tharikat
syahadat itu ialah : pada sholat sejatinya, sedang melakukan tajli kepada Tuhan.
Hakikat
syahadat itu ialah : hidup/hayat yang sesungguhnya.
Ma’rifat
syahadat itu ialah : agar supaya merasa dan melingkupi yang mencorong itu
dengan zat dan sifat Allah.
Kedua
Sholat.
Syariat
sholat ialah : saat-saat berdiri, ruku,sujud, dan lain-lain.
Tharikat
sholat ialah : tetap saja dalam kita sedang sholat sejatinya ialah tajli
mutlak.
Hakikat
sholat ialah : telah jelas adanya, alif, lam awal, lam ahir, ha. Katakanlah Allah
tak salah lagi.
Ma’rifat
sholat ialah : harus sampai bertemu dengan Nur Muhammad itu.
Inilah
sholat sejatinya, sebelum kita ini tahu dia sudah ada.
Ketiga
Puasa.
Syariat
puasa ialah : kita sudah maklum adanya.
Tharikat
puasa ialah : menyatu dengan tajli.
Hakikat
puasa ialah : puasa yang bergelimang dengan nafsu angkara murka, dan supaya kita
berdiri
dengan nafsu zat hak ta’ala. ( nafsu
yang diridhoi ).
Ma'rifat
puasa ialah : harus bertemu dengan bulan purnama sidi. Yaitu terang
benderangnya, Tuhan telah bertazalli kepadanya.
Keempat
Zakat.
Syariat
zakat ialah : kita sudah maklum adanya.
Tharikat
zakat ialah : harus berdirinya/fananya mahluk dari ingatannya, dan harus tajli
mutlak.
Hakikat
zakat ialah : jangan sampai kita lupa atau salah dalam akidah.
Ma’rifat
zakat ialah : harus bisa atau harus sanggup merasakan hilangnya ujud seluruhnya
lahir dan
bathin dan menunggal dengan Tuhan (
dalam rahasia ).
Kelima
Haji.
Syariat
haji ialah : kita sudah maklum adanya.
Tharikat
haji ialah : sedang kita sholat atau waktu kita ada dibaitullah ( rumah Tuhan
).
Hakikat
haji ialah : meleburkan dosa dengan jalan ma’rifat, mengenal Allah.
Ma’rifat
haji ialah : rohani dan jasmani telah menyatu dalam kesatuan yang utuh/mutlak.
Demikianlah
yang dapat hamba sampaikan. Jadi rukun islam itu tadi tiap-tiap satu rukun
mempunyai empat pasal. Maka klau demikian,lima rukun itu menjadi lima kali
empat adalah duapuluh pasal. Inilah siempunya sifat dua puluh itu. Sebab dua
puluh itu pasal ini menghimpunkan segala sifat-sifat Allah didalam alam ini.
Dan manakah sifat istimewah bagi Tuhan ?
Segala-galanya
harus bagi Tuhan,tidak ada yang tertegah bagi Tuhan/tidak ada
dinding-dindingnya lagi. Hanya nafsumu sendiri yang tertegah,karena masih
terdinding. Bagi Tuhan tidak ada lagi wajib,yang ajib hanya bagimu dan bagi
orang yang belum faham dan belum mengerti. Jadi siapa yang faham,itulah yang
beroleh petunjuk dari Tuhan Allah. Kesimpulan rukun agama itu tadi ialah ESA
SEGALANYA dan tidak ada lagi DUANYA.
RUKUN – IMAN
Perihal
rukun iman itu ialah :
1.
AMANTUBILLAH, artinya
: aku percaya adanya Tuhan.
2.
WAL
MALAIKATIHI, artinya : percaya kepada malaikatnya.
3.
WA
KUTUBIHI, artinya : percaya kepada kitab-kitabnya.
4.
WA
RASULIHI, artinya : percaya kepada rasul-rasulnya.
5.
WAL
YAUMIL ACHIRI, artinya : percaya kepada hari akhir.
6.
WAL
QADRI AHIRI, artinya : percaya kepada untung baik dan untung jahat daripada
Allah Ta’ala.
Sekarang
baiklah kita uraikan satu persatunya :
rukun iman yang pertama
AMANTUBILLAHI, artinya
ialah :
Aku
percaya adanya Tuhan Allah Ta’ala s.w.t.
Apakah
cukup dengan keyakinan begitu saja ?
Apakah
adanya yang ada itu berada di arsyi atau dilangit sebelah, ataukah berada dalam
sorga ?
Kepercayaan
yang seperti itu adalah kepercayaan orang taklid buta. Karena orang kebanyakan
mereka raba sendiri-sendiri.
Sedang dalil ada mengatakan :
WANNAHU AKROBU ILAIHI
MINHABLIL WARID.
Artinya
: dekat urat lehermu dengan daging. Maka lebih dekat lagi Tuhan itu.
Jadi
makna rukun iman yang pertama tadi harus begini dan tidak bisa dicari dengan
dalil yang lain.
Jadi
AMANTUBILLAH ini harus diartikan dengan : Sesungguhnya percaya bahwa kehidupan
sendiri,kehidupan wujud ini, selama hidup ini adalah tanda adanya Tuhan Allah
s.w.t.
Jadi
jelasnya kepada kita bahwa dunia ini pasti didalam ruang lingkup hidupnya Tuhan. Sedangkan sifat hidup
ini adalah zat Tuhan Allah.
Belumlah
benar kalau belum dihalalkan, artinya kalau belum kembali kapada roh lagi dan
perasaan. Dalil sudah jelas mengatakan bahwa Tuhan lebih dekat kepadamu, daripada
urat lehermu sendiri. Jadi kita tak usah repot mencari Tuhan. Tuhan ada pada
kamu dimana saja kamu berada. Kesimpulannya ialah : pandangan dan tatapanmu
itulah tanda adanya Tuhan/yang ada. LAMAUJUDA BI HAQQIN ILALLAH. Artinya, tidak ada yang maujud didalam alam
ini, kecuali Allah Ta’ala.
rukun iman yang kedua
WAL MALAIKATIHI, artinya : Percaya kepada malaikat-Nya.
Pertama
kita yakin bahwa malaikat itu ada.
Cobalah
tekadkan dan telanjangi sekujur badan kita, agar
supaya cepat beriman kepada Tuhan Allah s.w.t. Supaya jadi iman kepada
Tuhan yang maha Agung/maha kuasa. Tatkala sedang menghadapi sakaratul maut
nanti.
Dalil
apakah yang bisa menolong untuk nmenyempurnakan nyawa ?
Bukankah
kita sudah tahu bahwa malaikat itu utusan Allah. Jelaslah sudah dengan usiknya
utusan, tentu hiduplah yang memerintahkan, biarpun sehelai bulu usiknya, begitu
pula bertambah panjangnya bulu itu, juga semua itu malaikat. Malaikat itu bukan
jirim bukan jisim. Tentunya terasa oleh kita bahwa sedang tidur itupun, juga
bulu memanjang akan tetap berlaku. Nah begitulah kenyataannya malaikat pada diri
kita ini, tidak akan hilang dengan badan kita ini. Siang dan malam terus bekerja
tiada hentinya. Jadi usiknya dalam melihat, mendengar, mencium,dan dalam
bicara. Mandornya ialah, JIBRIL,MIKAIL,ISROFIL, DAN IZROIL.
rukun iman yang ketiga
WA KUTUBIHI, artinya
: Percaya kepada kitab kitab-Nya.
Jadi
yang benar-benar percaya kepada kitabnya itu seperti Al-qur’an, harus dirangkap
dengan wujud kita ini. Jadi begini, kalau kita belum mengetahuinya, kita harus
percaya kepadaa takdir yang sudah tertulis kepada diri kita sendiri. Kita harus
yakin dengan adanya takdir Tuhan itu.Tulisan wujud kita ini yang
sesungguhnya, kalau kita sudah ainul yakin dan hakkul yakin, kita bisa sabar
dalam menghadapi apapun juga. Karena pohon ilmu itu adalah sabar dan
ridho. Tentunya sudah tertulis di likhmakhfudh. Jadi iman kepada kitab-kitabnya
itu umum. Persoalan diluar kitab, manusia tidak ada yang tahu, terkecuali Allah.
Memang ada persoalan diluar kitab, tetapi amat sulit mencapainya. Itulah yang
disebut MAKHSYAF, yang tiada huruf, iada suara, dan tiada kata-kata. Ini adalah
RAHASIA yang amat dalam dan amat dahsyat, dan tidak seorangpun yang
mendapatkannya, keuali Tuhan sendiri. Kehendak Tuhan tidak ada yang
menghalanginya. Dia sanggup merubah yang tak dapat dirubah oleh mahluk. Sedang
perubahan yang ada padaa mahluk ini adalah perubahan pada sangkamu saja. Tuhan
kuasa menghidupkan yang mati, dan mematikan yang hidup. Fahamkanlah wahai
sekalian tholib.
rukun iman yang keempat
WA RASULIHI, artinya
: Percaya kepada rasul-rasulnya.
Memang
kita percaya kepada nabi-nabi dan rasul-rasul, itupun tak ada salahnya, memang
dalam bentuk nya, memang demikian. Tetapi karena sudah pada wafat semua, sudah
lestari, maka tinggal percaya itu berbalik kepada wujud. Yaitu, kepada hakikat
badan yang jadi utusan hidup kita pribadi, beginilah tekad kita sesungguhnya
percaya kapada rasa wujud kita. Seperti, melihat, mendengar, mengucap dan mencium.
Coba saja kita rasakan, bagaimana kita tidak peraya kepada ujud kita kita ini ?
Kalau
kita mencicipi garam, sudah tentu kita merasa asin, tidak mungkin yang
lainnya. Demikian pula dengan yang lainnya, seperti : pendengaran, tidak mungkin
salah lagi. Juga seperti panglihatan, pencium dan pengucap. Semuanya dapat kita
fahami dengan perasaan kita.
Disinilah
orang banyak tidak faham arti rasul yang sesungguhnya. Padahal rasul atau utusan
itu ada pada kita jua. Makanya kita kalau mengatakan dua kalimat syahadat
itu, harus tahu rahasianya. Kalau Tuhan mengatakan tiada Tuhan
melainkan Aku, dan Muhammad itu utusanKu. Maka kitapun demikian pula adanya, kalau
lain daripada itu, maka tersalahlah ma’rifat kita. Orang kebanyakan salah
memahami tentang arti rasul yang sebenarnya, mereka mengira rasul itu hanya ada
pada nabi-nabi, seperti nabi Muhammad. Jadi yang dimaksud dalam pengertian
Muhammad itu utusanku, yaitu Muhammad dalam arti rahasia ma’rifat. Karena setiap
insan kamil itu mempunyai utusan(rasul) pribadi. Disinilah letaknya nilai dan
barang yang bernilai itu letaknya dalam pribadi masing-masing.
Inilah
arti percaya kepada rasul-rasul yang hak.
rukun iman yang kelima
WAL
YAUMIL ACHIRI, artinya : Percaya kepada hari akhir yaitu hari kiamat (
pembalasan ).
Kiamat
besar hanya kita yakini dan kiamat kecil dapat kita rasakan masing-masing.
Pertama
kiamat diri, yaitu hancur leburnya kedalam Nur Muhammad, dan hingga sirna dan
tuntas sampai tiada merasa lagi memiliki wujud lahir dan bathin. Dan akhirnya
menunggal dengan kemaha agungan Tuhan ( menunggal dalam rahasia ).
Dan
kiamat diri yang kedua ialah : dikala sakaratul maut telah tiba. Inilah yang
disebut kiamat sugro, sedangkan kiamat kubro adalah kiamat yang sebenarnya.
Inilah
pengertian walyaumil akhiri itu tadi.
Yang terakhir sekali ialah :
WAQODRI AKHIRI, artinya : percaya kepada untung baik dan untung buruk datang daripada Allah jua. Maksudnya segala perbuatan yang berlaku didalam
alam ini adalah perbuatan Allah Ta’ala.
Allah yang menjadikan kamu dan barang perbuatan kamu. Dan yakinlah kita bahwa
kita ini tidak mempunyai daya dan upaya, kecuali dengan kudrat dan iradat Allah
Ta’ala jua adanya. Maka dengan adanya rukun iman ini yang ke-enam ini, tentunya
kita menjadi sadar akan diri kita ini. Kesadaran itu timbul karena ma’rifat dan
ma’rifat itu timbul karena terbuka hijab (dinding).
Orang
Ahli hakekat yang telah lupa kepada makhluk, karena langsung melihat Allah raja
yang Hak. Mereka lupa dengan sebab musabab, karena teringat kepada yang
menentukan dan yang menjadikannya. Orang ini sebagai hamba yang menghadapi
hakikat yang nyata baginya terang cahayanya dan sedang berjalan pada jalannya.
Telah
sampai pada puncaknya, hanya ia sedang tenggelam dalam alam cahaya : sehingga
tidak kelihatan bekas-bekas mahluknya lagi. Dan lebih banyak lupanya terhadap
alam, daripada ingatnya kepada makhluk. Dan bertemunya daripada renggangnya,
dan lenyapnya atau leburlah dirinya dari tetapnya perasaannya, dan lupanya
terhadap mahkluk daripada ingatnya pada mereka.
Demikianlah
seorang ahli hakikat : yang telah fana zahirnya dan fana bathinnya kepada yang
Hak. Dan siapa yang telah fana dengan Allah maka pasti ia lupa atau goib dari
segala sesuatu. Orang ini pandangannya Allah semata. Siapa dalam tauhidnya itu
seolah-olah sebagai hasil kepintarannya
sendiri, maka tauhidnya itu tidak dapat menyelamatkan dirinya dari Api neraka.
BERTEMUNYA
MANUSIA KEPADA TUHAN
Bertemunya
manusia kepada Tuhan dan sampainya kepadanya, itulah puncak harapan, dan dengan
itulah dia mencapai kebahagiaan dan kerajaan besar ; bahwa dengan itulah dia
akan lupa dan terhibur dari sesuatu selain Allah Ta’ala. Hilangkan pandangan
makhluk kepadamu, karena pun dengan penglihatan Allah kepadamu. Dan lupakan
perhatian/menghadapnya mahluk kepadamu.
Nikmat
itu meskipun beraneka ragam bentuknya ; hanya disebabkan karena melihat Allah
dan dekatnya kepada Allah. Demikian pula siksa itu walau bagaimana pun aneka
ragamnya, karena terhijab, dan sempurna nikmat itu, karena melihat kepada ZAT
Tuhan yang maha mulia.
Maha
suci Allah yang sengaja tidak memberi tanda kepada walinya kecuali sekedar untuk
mengenal kepadaNya.
Sebagaimana
tidak menyampaikan dengan mereka, kecuali kepada orang yang hendak
disampaikannya untuk mengenal Allah ; itulah HIKMAH YANG MAHA TINGGI.
Demikianlah sama-sama belajar, insya Allah kita lanjutkan.
wassalam...